April 3, 2025

Janekennedy – Polarisasi Politik dan Dampaknya Terhadap Masyarakat

Polarisasi politik merupakan fenomena yang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia

4 Anggota Militer Yang Memiliki Karir Politik Yang Cemerlang Di Indonesia

Sejak Indonesia merdeka, tugas militer yang sebelumnya berperang memperjuangkan kemerdekaan, justru berkurang. Seperti tidak tersedia kembali hal-hal genting yang wajib dilakukan, bahkan jikalau memang situasi negara udah terlampau aman, nasib tentara pun layaknya menggantung.

Lalu, siapa saja tokoh-tokoh militer Indonesia yang berkiprah di politik yang dulu menyita peran di dalam perpolitikan di tanah air sejak masa kemerdekaan sampai saat ini?

1. Soeharto

Jalan militer menuju panggung politik mengerti terbuka terlampau lebar saat Soeharto menggapai tampuk kekuasaan sebagai presiden di masa Orde Baru. Soeharto terlampau membuka area seluas bisa saja bagi orang-orang militer untuk terlibat di dalam kehidupan politik, terutama di pemerintahan.

Adalah rencana Dwifungsi ABRI yang melenggangkan dan melegalkan langkah militer untuk berperan di dalam politik. Dwifungsi ABRI diklaim miliki basic hukum yang kuat lantaran didukung UUD 1945. Hal ini ditegaskan oleh Departemen Hankam di dalam Dwifungsi dan Kekaryaan ABRI (1978).

Pelaksanaan Dwifungsi ABRI sendiri dilegitimasi melalui penetapan basic hukum yang berkesinambungan, dari Ketetapan MPRS No. II Tahun 1969 sampai Ketetapan MPR No. IV Tahun 1978, terhitung Undang-undang No. 82 Tahun 1982.

2. Try Sutrisno

Nama Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno memang populer sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-6 periode 1993-1998. Jauh sebelum diangkat sebagai Wakil Presiden Indonesia, Try sendiri merupakan Panglima ABRI. Pada tahun 1974, Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto.

Lalu pada bulan Februari 1993, saat yang serupa di mana Try berhenti dari posisinya sebagai Pangab dan sebulan sebelum MPR dijadwalkan bersua untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden baru, anggota MPR dari fraksi ABRI mencalonkan Try Sutrisno untuk menjadi Wakil Presiden.

Kala itu, anggota fraksi MPR diizinkan untuk mengajukan calon mereka untuk Wakil Presiden. Namun, ketentuan tak tercantum di dalam rezim Soeharto sendiri adalah wajib menunggu Presiden dulu untuk mengajukan calon yang dipilihnya.

3. Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan terjun ke dunia politik setelah wajib pensiun dini pada umur 50 tahun pada 1999 karena diminta Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) masuk ke di dalam kabinet dan menjadi menteri. Saat itu, SBY sendiri memang mengaku sedih meninggalkan dunia militer.

Rasa sedih itu nampak lantaran SBY dan keluarga memang lebih miliki cita-cita untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Apalagi, peluang itu memang terbuka terlampau lebar karena pada saat bersamaan Panglima TNI Jenderal Wiranto mengusulkan SBY sebagai KSAD kepada presiden.

Cita-cita menjadi KSAD terhitung udah nampak sejak SBY lulus Akademi Militer. SBY yang selanjutnya terjun ke dunia politik menjelaskan bahwa keputusan yang memicu dirinya batal memimpin Angkatan Darat itu memang terlampau berat.

4. Prabowo Subianto

Prabowo Subianto dikenal secara luas sebagai sosok perwira militer, pengusaha, dan politisi Indonesia. Ia mengawali karier militernya pada tahun 1969 bersama mendaftar di Akademi Militer Magelang dan lulus pada tahun 1974, satu tahun setelah SBY.

Baca Juga : Kabar Politik: Prabowo Siap Maju di Pilpres 2029 hingga Rencana Jokowi Bikin Partai

Selesai meniti pendidikan di sana, Prabowo mengawali karier di TNI AD dan merasa bertugas pada operasi-operasi militer di Timor Timur. Kariernya melesat di Komando Pasukan Khusus, di mana ia memimpin Detasemen Penanggulangan Teror dan sesudah itu sebagai komandan jenderal, memimpin operasi pembebasan sandera di Mapenduma.

Di akhir masa Orde Baru, Prabowo bertugas sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis. Lalu, karier militernya berakhir bersama pangkat letnan jenderal setelah diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Perwira Angkatan Darat.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.